BERITASELA.ID — Keberhasilan ini terasa semakin spesial karena Sabah FK baru genap berusia sembilan tahun pekan depan. Mereka lahir pada 8 September 2017 dan memulai perjalanan dari kasta kedua Liga Azerbaijan, lalu promosi di musim berikutnya.
Hasil agregat 6-4 tersebut menjadi tiket bersejarah bagi tim asuhan Valdas Dambrauskas. Padahal, pada leg pertama di Israel, Sabah FK harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor tipis 1-2.
Rekor FC Krasnodar Terpecahkan
Dengan pencapaian ini, Sabah FK memecahkan rekor FC Krasnodar sebagai klub termuda yang tampil di Liga Champions. Sebelumnya, Krasnodar tercatat berusia 12 tahun saat berlaga di kompetisi antarklub elite Eropa pada musim 2020/2021.
Perjalanan Sabah FK menuju panggung terbesar Eropa tidak instan. Di tiga musim sebelumnya, mereka harus puas berjibaku di babak kualifikasi Conference League dan Europa League sejak 2023/2024.
Baru pada musim 2025/2026, mereka sukses mengawinkan gelar Azerbaijan Cup dan Liga Azerbaijan. Prestasi domestik itu menjadi modal berharga untuk menaklukkan babak kualifikasi Liga Champions musim ini.
Kisah Pelatih: Dari Kuis TV ke Akademi Manchester United
Di balik kesuksesan ini, ada sosok Valdas Dambrauskas yang memiliki perjalanan karier tak lazim. Juru taktik asal Lituania berusia 49 tahun itu pernah memenangkan kuis bergaya Who Wants to Be a Millionaire? pada 2002.
Hadiah sebesar 4.000 Litas, yang nilainya setara Rp9 juta hingga Rp10 juta saat itu, ia gunakan untuk membiayai kuliah Ilmu Keolahragaan dan Kepelatihan di London, Inggris. Keputusan itu menjadi titik balik kariernya.
Selama di Inggris, Dambrauskas tidak hanya duduk di bangku kuliah. Ia sempat mengasah kemampuan melatih di akademi Manchester United, Fulham, dan Brentford sebelum akhirnya berkembang menjadi pelatih kepala di berbagai klub Eropa.
Laga Dramatis di Baku
Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Tofiq Bahramov, Sabah FK tampil agresif sejak menit awal. Mereka berhasil membalikkan defisit agregat dan memastikan kemenangan meyakinkan 5-2 atas wakil Israel tersebut.
Kemenangan ini bukan sekadar tiket ke Liga Champions, tetapi juga bukti bahwa klub dengan usia muda dan sumber daya terbatas bisa bersaing di level tertinggi. Sabah FK kini menanti undian babak penyisihan grup untuk mengetahui lawan-lawan mereka.