PKB Tegaskan Peran Strategis NU untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 06 Februari 2026 | 09:16:44 WIB
PKB Tegaskan Peran Strategis NU untuk Masa Depan Indonesia

JAKARTA - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan dan stabilitas bangsa Indonesia.

 Wakil Ketua Umum DPP PKB, Hanif Dhakiri, mengungkapkan hubungan historis dan ideologis yang kuat antara PKB dan NU. 

Menurutnya, PKB merupakan "telur dari NU," merujuk pada pendirian partai yang sangat terkait dengan spirit perjuangan NU yang mengedepankan moderasi Islam dan kebangsaan.

PKB dan NU: Hubungan yang Tak Terpisahkan

Dalam diskusi publik bertema “Transformasi Nahdlatul Ulama Memasuki Abad Kedua,” Hanif Dhakiri mengingatkan kembali akan keterikatan historis antara PKB dan NU. 

Mengutip pendapat almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Hanif mengatakan bahwa PKB tidak bisa terlepas dari NU, baik secara ideologis maupun historis. 

Meskipun demikian, Hanif menegaskan bahwa sebagai "anak," PKB tetap menghormati kemandirian NU dan tidak akan mencampuri urusan internal organisasi tersebut.

“Sebagai anak, PKB tidak mungkin lepas tangan. Namun cinta tidak berarti mencampuri. PKB menghormati penuh kemandirian NU dan tidak masuk ke urusan internal,” ujar Hanif saat acara tersebut di Jakarta.

 Pernyataan ini menegaskan sikap PKB yang ingin mendukung NU tanpa mengganggu otonomi internal organisasi terbesar di Indonesia tersebut.

Dinamika NU sebagai Momentum Konsolidasi dan Pembaruan

Hanif Dhakiri juga menyinggung pentingnya dinamika yang terjadi di tubuh NU. Menurutnya, organisasi sebesar NU harus menghadapi tantangan dan perubahan seiring dengan berjalannya waktu, terutama saat memasuki abad kedua ini. 

Di mata PKB, dinamika yang ada harus dilihat sebagai peluang untuk melakukan konsolidasi dan pembaruan, baik dari sisi kelembagaan, tata kelola, maupun kepemimpinan. Hal ini penting agar NU tetap dapat menjalankan tugasnya sebagai pilar moderasi Islam dan menjaga persatuan bangsa Indonesia.

“NU adalah pilar moderasi Islam, perekat sosial, dan penyangga moral bangsa. Jika NU melemah, baik secara kelembagaan, konsolidasi, maupun arah kepemimpinan, risikonya bukan hanya bagi warga NU, tetapi juga bagi stabilitas dan masa depan Indonesia,” kata Hanif. 

Pernyataan ini menegaskan bahwa keberlanjutan dan kekuatan NU sangat berpengaruh terhadap kestabilan negara.

Penguatan Organisasi untuk Masa Depan Indonesia

Bagi Hanif, penguatan organisasi NU, pembaruan dalam tata kelola, serta transformasi kepemimpinan yang berakar pada nilai-nilai perjuangan para pendiri NU, sangat krusial bagi masa depan bangsa Indonesia. 

Hanif menegaskan bahwa NU harus tetap teguh dalam menjalankan misi-misinya yang sudah jelas, yaitu melayani umat, menjaga bangsa, dan menjadi sumber kebijaksanaan bagi masyarakat.

“NU terlalu besar untuk terseret kepentingan sempit. NU penting bagi negara, penting bagi pemerintah, dan penting bagi masa depan Indonesia. Menjaga NU tetap kuat, relevan, dan bersatu adalah kepentingan bersama,” tegas Hanif. 

Dengan kata lain, menjaga eksistensi dan kekuatan NU adalah hal yang tak hanya menjadi kewajiban internal, tetapi juga bagian dari tanggung jawab bersama bangsa Indonesia.

Komitmen PKB Merawat Warisan Ulama

Menjadi bagian dari perjuangan NU adalah salah satu komitmen PKB. Hanif Dhakiri menegaskan bahwa PKB berkomitmen untuk terus merawat nilai-nilai perjuangan ulama, menjaga marwah NU, dan memastikan bahwa NU tetap menjadi kekuatan peradaban yang memberi manfaat nyata bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan. 

Dengan semangat ini, PKB berusaha menjadi mitra yang mendukung langkah-langkah transformasi NU di abad kedua yang penuh tantangan.

Selain itu, diskusi ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh dan intelektual NU, antara lain KH Abdussalam Shohib, AS Hikam, KH Said Aqil Siroj, KH Zulfa Mustofa, Fachry Ali, KH Yusuf Chudlory, dan Savic Ali. 

Para tokoh ini turut memberikan perspektif mereka tentang bagaimana NU bisa terus relevan dalam menghadapi tantangan zaman, serta bagaimana penguatan organisasi bisa berdampak positif bagi Indonesia secara keseluruhan.

Penutupan dan Ruang Gagasan Strategis untuk NU

PKB menggelar diskusi ini sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk merawat warisan ulama dan juga sebagai upaya membuka ruang bagi gagasan-gagasan strategis yang dapat memperkuat masa depan NU. 

Forum ini menjadi penting tidak hanya untuk membahas keberlanjutan NU dalam abad kedua, tetapi juga untuk menggali ide-ide baru yang dapat mendorong kemajuan umat dan bangsa.

Melalui diskusi ini, PKB berharap dapat terus mendukung peran strategis NU dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dengan tetap menjaga prinsip-prinsip dasar yang telah diajarkan oleh para pendiri organisasi ini.

 Dengan demikian, diharapkan NU bisa terus berdiri tegak sebagai pilar peradaban yang membawa kebaikan bagi umat Islam, Indonesia, dan dunia.

Terkini