JAKARTA - Rasa perih di mulut sering kali dianggap sepele, padahal sariawan bisa sangat mengganggu aktivitas harian. Makan jadi tidak nyaman, minum terasa menyakitkan, bahkan berbicara pun terkadang membuat nyeri bertambah.
Meski umumnya sariawan dapat sembuh dengan sendirinya, banyak orang mencari cara agar luka kecil di mulut ini bisa cepat mereda.
Sariawan merupakan kondisi umum yang dialami sekitar 39 persen hingga 50 persen orang sepanjang hidupnya. Biasanya, sariawan mulai muncul pada rentang usia 10 hingga 19 tahun dan tercatat sedikit lebih sering dialami perempuan dibandingkan laki-laki. Pada sebagian orang, sariawan hanya muncul satu atau dua kali dalam setahun.
Namun, ada pula yang mengalaminya lebih dari sekali dalam sebulan. Frekuensi sariawan cenderung menurun seiring bertambahnya usia.
Gambaran Umum dan Faktor Risiko Sariawan
Sariawan adalah luka kecil pada jaringan lunak di dalam mulut yang menimbulkan rasa nyeri. Luka ini dapat muncul di bagian dalam pipi, bibir, lidah, hingga dasar gusi. Walau ukurannya kecil, rasa sakitnya kerap terasa tidak sebanding, terutama saat bersentuhan dengan makanan atau minuman.
Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko munculnya sariawan. Kondisi ini lebih sering dialami oleh mereka yang memiliki daya tahan tubuh tertentu, mengalami stres, atau memiliki kebiasaan makan yang kurang seimbang. Luka di mulut juga bisa dipicu oleh iritasi ringan, misalnya akibat tergigit atau penggunaan kawat gigi.
Kemungkinan Penyebab Sariawan
Dilansir dari laman Jama Network, penyebab pasti sariawan hingga kini belum dapat dipastikan secara jelas. Namun, para ahli menduga kondisi ini berkaitan dengan reaksi sistem imun, faktor genetik, atau kekurangan nutrisi tertentu. Beberapa nutrisi yang sering dikaitkan dengan sariawan meliputi vitamin B12, asam folat, dan feritin.
Sariawan juga lebih sering terjadi pada individu dengan kondisi medis tertentu, seperti penyakit celiac, penyakit Behcet, penyakit radang usus, anemia defisiensi besi, serta HIV/AIDS.
Selain itu, natrium lauril sulfat, yang merupakan agen pembersih utama dalam pasta gigi, juga telah dikaitkan dengan meningkatnya risiko sariawan pada sebagian orang.
Cara Alami Mempercepat Penyembuhan Sariawan
Sebagian besar sariawan dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus. Meski demikian, ada beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu mempercepat proses penyembuhan dan mengurangi rasa tidak nyaman. Berikut beberapa metode yang kerap digunakan.
1. Menggunakan madu
Madu dikenal memiliki sifat antibakteri dan anti-inflamasi. Sebuah riset menunjukkan bahwa madu efektif membantu proses penyembuhan luka, termasuk berpotensi mengurangi rasa sakit, ukuran luka, dan kemerahan pada sariawan.
Selain itu, madu juga dapat membantu mencegah terjadinya infeksi. Untuk menggunakannya, madu dapat dioleskan langsung pada sariawan hingga empat kali sehari.
2. Menggunakan minyak kelapa
Penelitian pada 2019 menunjukkan bahwa minyak kelapa memiliki sifat antimikroba berkat kandungan asam laurat yang tinggi. Minyak kelapa dapat membantu mengobati sariawan yang disebabkan oleh bakteri serta mencegah penyebarannya.
Selain itu, bahan alami ini bersifat anti-inflamasi sehingga dapat membantu mengurangi kemerahan dan rasa nyeri. Cara penggunaannya cukup dengan mengoleskan minyak kelapa secara merata pada sariawan dan mengulanginya beberapa kali sehari hingga luka membaik.
3. Kumur menggunakan echinacea
Echinacea dikenal memiliki manfaat dalam membantu penyembuhan luka dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Khasiat ini dinilai berpotensi membantu meredakan sariawan atau mencegahnya muncul kembali.
Cara penggunaannya adalah dengan mencampurkan sekitar satu sendok teh echinacea cair ke dalam air hangat dengan perbandingan yang sama. Larutan tersebut digunakan untuk berkumur selama kurang lebih dua menit, lalu dibuang atau ditelan. Perawatan ini dapat diulang hingga tiga kali sehari.
4. Suplemen vitamin B kompleks
Sariawan mungkin lebih sering terjadi apabila asupan vitamin B12 dalam makanan tergolong rendah. Namun, mekanisme pasti bagaimana vitamin ini membantu penyembuhan sariawan masih belum sepenuhnya dipahami.
Menurut studi pada 2009, peserta yang mengonsumsi 1.000 mikrogram vitamin B12 setiap hari mengalami lebih sedikit sariawan dan rasa nyeri yang lebih ringan dibandingkan mereka yang mengonsumsi plasebo. Meski demikian, penelitian lanjutan masih diperlukan.
Suplemen vitamin B kompleks mengandung seluruh jenis vitamin B, termasuk B12, tetapi penggunaannya sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter karena berpotensi menimbulkan efek samping.
5. Produk topikal
Produk topikal yang dijual bebas maupun yang memerlukan resep dokter, seperti pasta, krim, gel, atau cairan, dapat membantu meredakan nyeri dan mempercepat penyembuhan sariawan. Produk ini biasanya bekerja dengan melapisi luka sehingga mengurangi iritasi saat makan atau minum.
Dengan perawatan yang tepat dan perhatian pada asupan nutrisi, sariawan umumnya dapat sembuh lebih cepat dan tidak terlalu mengganggu aktivitas harian.