JAKARTA - Kebutuhan masyarakat terhadap layanan perbankan yang cepat dan mudah terus mendorong bank untuk memperluas infrastruktur transaksi. Meski layanan digital berkembang pesat, keberadaan mesin ATM masih menjadi salah satu sarana penting bagi nasabah dalam melakukan berbagai transaksi keuangan.
Bagi sebagian masyarakat, ATM tetap menjadi pilihan utama karena memberikan akses langsung untuk tarik tunai, setor tunai, hingga berbagai transaksi perbankan lainnya. Oleh karena itu, sejumlah bank terus memperluas jaringan ATM mereka guna memastikan layanan tetap mudah dijangkau di berbagai wilayah.
Salah satu bank yang terus memperkuat jaringan layanan tersebut adalah PT Bank Central Asia Tbk. Bank ini mencatat jumlah mesin ATM yang terus bertambah hingga akhir tahun lalu dan berencana melanjutkan ekspansi pada tahun ini.
Perluasan jaringan ATM ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah sekaligus mendukung berbagai aktivitas transaksi perbankan yang masih banyak dilakukan melalui mesin ATM.
Jumlah ATM BCA Terus Bertambah
PT Bank Central Asia Tbk mencatat peningkatan jumlah mesin ATM yang beroperasi di seluruh Indonesia. Hingga Desember 2025, total mesin ATM yang dimiliki BCA telah mencapai 20.163 unit.
Jumlah tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan posisi pada akhir tahun sebelumnya. Pada Desember 2024, jumlah mesin ATM BCA tercatat sebanyak 19.543 unit.
Peningkatan ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam memperluas akses layanan perbankan bagi nasabah di berbagai wilayah.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Heryn menyampaikan bahwa ketersediaan jaringan ATM yang luas merupakan salah satu keunggulan BCA dalam memberikan pelayanan kepada nasabah.
Menurut Hera, mesin ATM masih memiliki peran penting dalam aktivitas perbankan masyarakat hingga saat ini.
"BCA melihat mesin ATM masih berperan penting dan menjadi pilihan masyarakat dalam melakukan transaksi perbankan. Mesin ATM juga merupakan touch point penting lembaga perbankan dengan nasabah," kata Hera.
Peran Mesin ATM Dalam Layanan Perbankan
Meski berbagai layanan digital terus berkembang, keberadaan mesin ATM masih memiliki fungsi yang sangat penting bagi industri perbankan. Mesin ATM menjadi salah satu sarana utama bagi nasabah untuk melakukan transaksi secara mandiri tanpa harus datang ke kantor cabang.
Selain itu, ATM juga menjadi titik interaksi langsung antara bank dan nasabah dalam berbagai aktivitas transaksi sehari-hari.
Hera menjelaskan bahwa BCA memandang mesin ATM sebagai bagian penting dari sistem layanan perbankan yang terintegrasi. Keberadaan jaringan ATM yang luas memungkinkan nasabah melakukan transaksi kapan saja dengan lebih mudah.
Faktor kemudahan akses ini menjadi salah satu alasan mengapa BCA terus menjaga dan memperluas jaringan mesin ATM di berbagai daerah di Indonesia. Dengan jaringan ATM yang tersebar luas, bank dapat memberikan layanan yang lebih dekat dengan kebutuhan nasabah.
Dominasi Mesin Cash Recycling Machine
Dalam pengembangan jaringan ATM, BCA juga memprioritaskan penggunaan mesin dengan teknologi yang lebih modern. Saat ini, sebagian besar mesin tarik tunai yang dioperasikan oleh BCA merupakan jenis cash recycling machine atau CRM.
Mesin CRM memiliki keunggulan dibandingkan mesin ATM konvensional karena mampu melayani lebih dari satu jenis transaksi. Selain digunakan untuk tarik tunai, mesin ini juga dapat melayani transaksi setor tunai langsung ke rekening nasabah.
Dengan adanya fitur tersebut, nasabah dapat melakukan berbagai transaksi keuangan melalui satu mesin ATM tanpa harus mengunjungi teller di kantor cabang. Menurut Hera, kehadiran mesin CRM memberikan fleksibilitas lebih bagi nasabah dalam mengakses layanan perbankan.
"Keberadaan ATM, khususnya ATM setor-tarik, masih dibutuhkan masyarakat terutama yang memiliki mobilitas tinggi," ujarnya.
Karena manfaat tersebut, BCA akan memprioritaskan penambahan mesin ATM jenis CRM dalam rencana ekspansi jaringan ATM pada tahun ini.
Penguatan Konsep Hybrid Banking
Selain memperluas jaringan ATM, BCA juga terus mengembangkan konsep layanan hybrid banking. Konsep ini menggabungkan layanan perbankan digital dengan infrastruktur fisik seperti ATM dan kantor cabang.
Melalui pendekatan hybrid banking, nasabah dapat menikmati kemudahan transaksi digital sekaligus tetap memiliki akses terhadap layanan perbankan konvensional.
Salah satu implementasi dari konsep tersebut adalah layanan transaksi setor dan tarik tunai tanpa menggunakan kartu fisik. Dalam layanan ini, nasabah cukup menggunakan aplikasi perbankan milik BCA untuk melakukan transaksi di mesin ATM. Nasabah dapat mengakses fitur tersebut melalui aplikasi digital seperti BCA Mobile maupun myBCA.
Melalui aplikasi tersebut, nasabah dapat melakukan berbagai transaksi ATM tanpa harus membawa kartu fisik. Sistem ini dinilai mampu meningkatkan keamanan sekaligus memberikan kemudahan bagi pengguna layanan perbankan digital.
Dengan strategi memperluas jaringan ATM sekaligus mengembangkan layanan digital, BCA berupaya menghadirkan pengalaman perbankan yang semakin praktis bagi masyarakat.
Langkah tersebut juga menunjukkan bahwa integrasi antara layanan digital dan infrastruktur fisik tetap menjadi kunci penting dalam memberikan layanan perbankan yang optimal di era transformasi digital saat ini.