JAKARTA - Australia dikenal sebagai salah satu negara dengan regulasi pangan paling ketat di dunia.
Setiap produk makanan yang beredar harus melewati serangkaian uji keamanan dan kualitas demi melindungi kesehatan konsumen sekaligus menjaga keamanan hayati dari ancaman hama maupun penyakit asing. Karena itu, tidak semua bahan pangan bisa dengan mudah dijual atau diimpor ke negara ini.
Namun di tengah ketatnya aturan tersebut, sebuah varietas tomat unik justru berhasil mendapat lampu hijau untuk dipasarkan secara luas.
Tomat tersebut dikenal dengan sebutan tomat ungu, yang belakangan resmi diizinkan untuk dijual di Australia. Warna dan asal-usulnya yang tidak biasa membuat tomat ini langsung mencuri perhatian, baik dari konsumen maupun pengamat pangan.
Berbeda dari tomat pada umumnya yang identik dengan warna merah atau oranye, tomat ungu tampil mencolok dengan kulit berwarna ungu pekat.
Keunikan ini bukan sekadar tampilan visual, tetapi juga berkaitan dengan kandungan dan proses pengembangannya yang cukup panjang.
Proses Pengembangan Dan Keunikan Warna Tomat Ungu
Tomat ungu yang kini dijual di Australia dikenal dengan nama Purple Bliss, warna ungu khas pada tomat ini berasal dari gen yang dipinjam dari bunga snapdragon.
Melalui proses rekayasa genetika, gen tersebut dimodifikasi agar tomat mampu menghasilkan antosianin. Antosianin merupakan pigmen alami yang juga ditemukan pada buah-buahan seperti blueberry dan blackberry. Pigmen inilah yang memberikan warna ungu cerah sekaligus diyakini memiliki sifat antioksidan.
Secara visual, tomat ungu ini memiliki ukuran relatif kecil dan menyerupai tomat ceri. Selain warnanya yang mencolok, tomat ini juga dikenal memiliki rasa yang lebih manis dan tekstur yang lebih berair dibandingkan tomat konvensional. Keunikan inilah yang membuatnya dianggap sebagai produk inovatif di dunia hortikultura.
Persetujuan Penjualan Dan Aturan Pelabelan Ketat
Setelah melalui proses evaluasi panjang, Food Standards Australia New Zealand akhirnya memberikan persetujuan bagi tomat ungu hasil rekayasa genetika untuk dijual bebas. Dengan izin tersebut, tomat ungu kini dapat dipasarkan dalam bentuk utuh maupun produk olahan, seperti tomat kering atau pasta tomat.
Meski demikian, penjualannya tetap berada di bawah pengawasan ketat. Setiap produk tomat ungu wajib mencantumkan label yang menyatakan bahwa produk tersebut merupakan hasil rekayasa genetika. Kebijakan ini diterapkan agar konsumen mendapatkan informasi yang transparan sebelum membeli dan mengonsumsi produk tersebut.
Selain izin penjualan, lisensi terpisah dari Regulator Teknologi Genetik Australia juga mengizinkan tomat ungu untuk ditanam langsung di wilayah Australia. Tomat ini tercatat sebagai hasil rekayasa genetika kedua yang memperoleh persetujuan untuk ditanam dan dijual sebagai makanan utuh di negara tersebut.
Perbandingan Dengan Varietas Tomat Ungu Lainnya
Dilansir dari bbppkupang.bppsdmp.pertanian.go.id (5/2), sebenarnya tomat ungu bukanlah varietas yang sepenuhnya baru. Sebelumnya sudah ada tomat ungu yang dikenal dengan nama Indigo Rose. Varietas ini berasal dari Oregon, Amerika Serikat.
Indigo Rose merupakan hasil persilangan antara spesies tomat liar asal Chile dan tomat liar dari Kepulauan Galapagos, Ekuador. Secara fisik dan khasiat, Indigo Rose memiliki banyak kemiripan dengan Purple Bliss. Keduanya sama-sama berukuran kecil, berwarna ungu, serta memiliki rasa yang lebih manis dibandingkan tomat biasa.
Khasiat tomat ungu juga menjadi salah satu daya tarik utamanya. Kandungan antosianin pada bagian kulit dipercaya memiliki potensi untuk membantu mengobati penyakit kanker. Selain itu, tomat ungu juga mengandung likopen yang berperan dalam meningkatkan kekebalan tubuh dan menjaga kesehatan jantung.
Travis Murphy, direktur pelaksana All Aussie Farmers, menyebut tomat ungu sebagai bahan pangan yang fleksibel. Tomat ini dapat dikonsumsi langsung atau ditambahkan ke dalam salad.
"Jika Anda benar-benar ingin menggunakannya dalam saus, Anda bisa melakukannya dan membuat saus Anda menjadi warna ungu," ujarnya.
Kehadiran tomat ungu di pasar Australia menandai langkah baru dalam inovasi pangan berbasis teknologi genetika. Di satu sisi, produk ini menawarkan nilai tambah dari segi nutrisi dan keunikan visual. Di sisi lain, regulasi ketat tetap menjadi pengawal utama agar keamanan konsumen tetap terjaga.