JAKARTA - Industri fashion tidak hanya menjadi ruang ekspresi kreativitas, tetapi juga wadah bagi perempuan untuk menunjukkan kemampuan, kepemimpinan, dan inovasi.
Di berbagai belahan dunia, semakin banyak perempuan yang mengambil peran penting dalam membangun label fashion yang kuat dan berpengaruh. Momentum seperti Hari Perempuan Internasional yang diperingati setiap tanggal 8 Maret menjadi kesempatan untuk mengapresiasi kontribusi perempuan di berbagai bidang, termasuk dunia mode.
Di Indonesia, banyak perempuan berhasil menciptakan brand fashion yang tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga mendapat tempat di pasar internasional. Melalui ide kreatif, eksplorasi budaya, serta inovasi desain, mereka mampu menghadirkan karya yang menarik perhatian dunia.
Perjalanan para desainer dan pengusaha perempuan ini juga menunjukkan bahwa fashion Indonesia memiliki identitas yang kuat. Perpaduan unsur tradisional dan modern sering kali menjadi ciri khas yang membuat karya mereka berbeda dari label lain di tingkat global.
Berikut sejumlah brand fashion lokal milik perempuan Indonesia yang berhasil dikenal hingga mancanegara.
Kreativitas Perempuan Indonesia Dalam Industri Fashion
Perempuan Indonesia telah lama menunjukkan kontribusi besar dalam perkembangan industri fashion. Tidak hanya sebagai desainer, mereka juga berperan sebagai pengusaha, inovator, sekaligus penjaga identitas budaya melalui karya-karya yang dihasilkan.
Melalui pendekatan kreatif, para desainer perempuan mampu menghadirkan desain yang memadukan unsur modern dengan inspirasi budaya lokal. Hal ini membuat karya mereka tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga membawa cerita dan identitas Indonesia.
Keberhasilan brand-brand ini menembus pasar internasional membuktikan bahwa karya lokal mampu bersaing di panggung dunia jika dikembangkan dengan visi yang kuat serta kualitas yang konsisten.
Brand Fashion Lokal Perempuan Indonesia yang Mendunia
1. Fuguku
Desainer Nonita Respati yang juga dikenal sebagai pendiri label Purana bersama Savira Lavinia Raswari memperkenalkan Fuguku pada 2022. Nama Fuguku terinspirasi dari kata “fugu” dalam bahasa Jepang yang berarti duri atau bintik.
Desain Fuguku banyak terinspirasi dari ikan buntal dengan penggunaan material yang memiliki tekstur unik menyerupai durian. Awalnya label ini dikenal melalui aksesori yang memiliki bentuk eksperimental, namun kini juga menghadirkan koleksi ready to wear dengan desain edgy dan kontemporer.
Fuguku berhasil menarik perhatian pasar internasional setelah berpartisipasi dalam sejumlah trade show di luar negeri. Ketika tampil di Premiere Classe Paris, label ini bahkan mendapat banyak pesanan dari Italia. “Munkgin karena desainnya yang bernuansa resor cocok dengan orang-orang yang tinggal di kawasan Mediterania,” ungkap Nonita kepada Wolipop di sela pameran tersebut pada Oktober 2025.
2. Studio Jeje
Studio Jeje merupakan label fashion yang didirikan oleh Angelita Nurhadi. Di bawah arahan kreatifnya, brand ini dikenal dengan desain yang playful, artistik, dan kaya eksplorasi visual.
Angelita yang akrab disapa Angie telah mendapat berbagai pengakuan internasional atas karyanya. Ia pernah meraih penghargaan di ajang Harper’s Bazaar Asia NextGen Awards pada 2018 serta Elle Style Award pada 2019.
Studio Jeje juga semakin dikenal di dunia internasional setelah berpartisipasi dalam Melbourne Fashion Festival 2026. Dalam ajang tersebut, Angie tidak hanya memamerkan koleksinya, tetapi juga mengikuti berbagai kegiatan pertukaran budaya.
3. ANW
Label ANW didirikan oleh dua desainer perempuan, Astrid Nadia Wiradinata dan Ilaine Prasetyo pada 2017. Brand ini dikenal sebagai label eksperimental yang mengedepankan manipulasi kain serta eksplorasi material.
ANW sering memadukan elemen tradisional dengan pendekatan desain kontemporer. Salah satu ciri khasnya adalah motif bunga yang terinspirasi dari daster nenek Indonesia, yang kemudian diwujudkan melalui teknik bordir mesin manual pada kain plisket transparan.
Motif tersebut pertama kali muncul dalam koleksi debut mereka yang berjudul Pell Mell pada 2018. Label ini juga mendapat kesempatan tampil di Melbourne Fashion Festival 2026 sebagai salah satu perwakilan Indonesia.
Brand Fashion dengan Pengaruh Global
4. Monica Ivena
Monica Ivena dikenal sebagai desainer yang menghadirkan karya feminin dengan sentuhan elegan dan romantis. Desainnya sering memadukan teknik tailoring yang rapi dengan detail lembut sehingga menghasilkan siluet yang anggun.
Nama Monica Ivena semakin dikenal secara internasional setelah sejumlah selebriti dunia mengenakan desainnya. Beberapa di antaranya adalah Taylor Swift dan Khloe Kardashian.
Keberhasilan ini membuat label Monica Ivena semakin mendapat perhatian di industri fashion global.
5. Buttonscarves
Buttonscarves merupakan brand modest fashion yang didirikan oleh Linda Anggrea. Label ini berada di bawah naungan PT Modenity dan dikenal melalui koleksi scarf premium bermotif monogram.
Seiring waktu, Buttonscarves berkembang menjadi salah satu brand modest fashion yang sangat sukses. Tidak hanya populer di Indonesia, brand ini juga berhasil memperluas pasar ke berbagai negara.
Komunitas pelanggan yang loyal turut mendukung pertumbuhan brand ini di tingkat global. Berkat pencapaiannya, Linda Anggrea masuk dalam daftar BoF 500 Class of 2025 yang dirilis oleh Business of Fashion.
Pelestarian Budaya Melalui Fashion
6. Lakon Indonesia
Lakon Indonesia didirikan oleh Thresia Mareta pada 2018 dengan misi mengangkat budaya Indonesia melalui pendekatan desain yang relevan dengan kehidupan modern.
Brand ini banyak bekerja sama dengan pengrajin lokal untuk mengembangkan produk berbasis warisan budaya. Thresia juga bekerja sama dengan Pemerintah Prancis dalam mendirikan Pintu, sebuah program inkubasi bagi desainer muda.
Melalui kerja sama tersebut, produk Lakon yang juga dirancang oleh perancang Irsan sempat dijual di department store ternama Paris, Printemps Haussmann.
Pada Februari 2025, Thresia Mareta menerima penghargaan Knight of The Ordre des Arts et des Lettres dari Kementerian Kebudayaan Prancis atas dedikasinya dalam melestarikan budaya Indonesia.
7. BINhouse
BINhouse merupakan label fashion yang didirikan oleh Josephine “Obin” Komara. Sejak awal 1990-an, brand ini telah dikenal sebagai pelopor pelestarian kain tradisional Indonesia, khususnya batik.
Karya-karya BINhouse sering dipamerkan di berbagai institusi seni dunia dan menjadi representasi penting dari kekayaan tekstil Indonesia. Pada 2024, Obin juga masuk dalam daftar Forbes 50 Over 50 Asia.
Di usia 70 tahun, Obin yang lebih suka disebut sebagai “tukang kain” dibanding desainer masih aktif berkarya dan terus memperkenalkan keindahan tekstil Indonesia ke dunia.
Keberhasilan para desainer dan pengusaha perempuan ini membuktikan bahwa perempuan Indonesia memiliki peran besar dalam industri fashion global. Melalui kreativitas, dedikasi, serta kecintaan terhadap budaya, mereka mampu membawa karya lokal menuju panggung internasional.