JAKARTA - Bulan Ramadan selalu menghadirkan momen yang sangat dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia. Selain menjadi waktu untuk meningkatkan ibadah dan memperbanyak amal kebaikan, Ramadan juga menyimpan satu malam istimewa yang diyakini memiliki keutamaan luar biasa, yaitu malam Lailatul Qadar. Malam ini disebut dalam Al-Qur’an sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Keutamaan tersebut membuat banyak umat Islam berusaha mencari dan meraih keberkahan malam Lailatul Qadar dengan meningkatkan ibadah pada penghujung bulan Ramadan. Doa, salat malam, membaca Al-Qur’an, hingga berbagai amalan lainnya menjadi lebih intens dilakukan pada periode tersebut.
Namun setiap tahun, pertanyaan mengenai kapan tepatnya malam Lailatul Qadar terjadi selalu muncul. Banyak orang berharap mengetahui tanggal pasti malam istimewa tersebut agar bisa memaksimalkan ibadah pada waktu yang tepat. Sayangnya, dalam ajaran Islam tidak ada kepastian mengenai tanggal terjadinya malam Lailatul Qadar.
Para ulama menjelaskan bahwa waktu pasti terjadinya malam Lailatul Qadar merupakan rahasia Allah SWT. Meski demikian, para ahli agama dan ulama mencoba memberikan gambaran waktu berdasarkan hadis-hadis Nabi serta pendapat para ulama terdahulu.
Dengan merujuk pada berbagai sumber tersebut, umat Islam dapat memiliki panduan mengenai waktu yang memiliki peluang besar sebagai malam Lailatul Qadar, termasuk pada Ramadan tahun 2026.
Pandangan Ulama tentang Waktu Terjadinya Malam Lailatul Qadar
Para ulama telah lama membahas kemungkinan waktu terjadinya malam Lailatul Qadar. Dalam berbagai literatur keislaman, terdapat banyak pendapat yang mencoba menjelaskan kapan malam penuh kemuliaan tersebut berlangsung.
Ibnu Hajar Al-Asqalani, seorang ulama hadis ternama dari mazhab Syafi’i, menjelaskan bahwa terdapat sekitar 45 pendapat berbeda mengenai waktu terjadinya malam Lailatul Qadar. Pendapat tersebut dihimpun berdasarkan hadis serta pandangan para ulama dari berbagai generasi.
Meski terdapat banyak pandangan, sebagian besar ulama sepakat bahwa malam Lailatul Qadar berada pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Hal ini merujuk pada hadis dari Aisyah ra yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim yang menginstruksikan umat Islam untuk mencari malam Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir, terutama malam ganjil.
Pandangan tersebut menjadi pedoman bagi banyak umat Islam untuk meningkatkan ibadah pada malam-malam terakhir Ramadan. Dengan cara ini, peluang untuk meraih keberkahan malam Lailatul Qadar menjadi lebih besar.
Imam Syafi’i juga memberikan pandangannya mengenai waktu terjadinya malam Lailatul Qadar. Menurutnya, peluang besar malam tersebut terjadi pada malam ke-21 atau ke-23 Ramadan. Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW pernah ditanya mengenai kapan malam Lailatul Qadar datang, dan beliau menjawab agar mencarinya pada malam ke-23.
Pendapat ini menjadi salah satu rujukan penting dalam kajian fikih mengenai waktu kemungkinan terjadinya malam penuh kemuliaan tersebut.
Pendapat Ulama Mengenai Malam Dua Puluh Tujuh Ramadan
Selain pendapat yang menyebutkan malam ke-21 atau ke-23, terdapat pula pandangan yang menempatkan malam ke-27 Ramadan sebagai waktu yang paling berpeluang menjadi malam Lailatul Qadar.
Sebagian besar ulama berpendapat bahwa malam Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-27 Ramadan. Pendapat ini merujuk pada atsar dari sahabat Nabi, Ubay bin Ka’ab.
Ia bersaksi bahwa malam yang diperintahkan Rasulullah untuk menegakkan salat malam adalah malam ke-27 Ramadan. Riwayat tersebut tercatat dalam hadis sahih Muslim dan menjadi salah satu rujukan yang banyak digunakan oleh para ulama.
Karena itulah, pada malam ke-27 Ramadan biasanya banyak umat Islam yang meningkatkan ibadah secara lebih intens. Masjid-masjid juga sering dipenuhi jamaah yang berharap dapat meraih keberkahan malam tersebut.
Namun demikian, para ulama tetap mengingatkan bahwa kemungkinan terjadinya malam Lailatul Qadar tidak terbatas hanya pada satu malam saja.
Kemungkinan Malam Lailatul Qadar Berpindah Setiap Tahun
Selain malam ke-23 dan ke-27 Ramadan, beberapa riwayat juga menyebutkan bahwa malam Lailatul Qadar dapat terjadi pada malam ganjil lainnya di sepuluh hari terakhir Ramadan.
Malam ke-21, 25, 27, 29, bahkan malam terakhir Ramadan memiliki peluang yang sama untuk menjadi malam Lailatul Qadar. Hal ini menunjukkan bahwa waktu terjadinya malam tersebut tidak selalu tetap setiap tahun.
Pandangan ini memberikan pemahaman bahwa umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah secara konsisten sepanjang sepuluh malam terakhir Ramadan, bukan hanya pada satu malam tertentu saja.
Hadis yang menjelaskan hal tersebut juga disebutkan dalam kitab hadis Imam Ahmad yang menyatakan bahwa siapa pun yang menjalankan ibadah dengan iman dan mengharap pahala pada malam-malam tersebut, maka dosanya akan diampuni.
Dengan demikian, konsistensi dalam beribadah menjadi kunci utama dalam mencari keberkahan malam Lailatul Qadar.
Cara Umat Islam Mencari Keberkahan Malam Lailatul Qadar
Karena waktu pasti malam Lailatul Qadar tidak dapat dipastikan, para ulama memberikan panduan bagi umat Islam untuk memaksimalkan ibadah pada periode tertentu dalam bulan Ramadan.
Salah satu langkah utama adalah memfokuskan ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Pada periode ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan berdoa kepada Allah SWT.
Selain itu, perhatian khusus juga diberikan pada malam-malam ganjil seperti malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadan. Malam-malam tersebut dianggap memiliki peluang besar sebagai waktu terjadinya malam Lailatul Qadar.
Umat Islam juga dianjurkan untuk meningkatkan keikhlasan dalam beribadah serta berharap mendapatkan pahala dari Allah SWT. Doa juga menjadi bagian penting dalam upaya meraih keberkahan malam tersebut.
Kesadaran bahwa waktu pasti Lailatul Qadar tidak dapat diketahui secara mutlak justru mendorong umat Islam untuk beribadah secara lebih konsisten selama sepuluh malam terakhir Ramadan.
Dengan mempersiapkan diri secara spiritual maupun fisik, setiap muslim memiliki kesempatan lebih besar untuk meraih keberkahan malam yang dijanjikan Allah SWT dengan pahala yang sangat besar.
Semoga pada Ramadan 2026 nanti, setiap umat Islam diberikan kesempatan untuk merasakan kemuliaan malam Lailatul Qadar dan mendapatkan keberkahan yang melimpah dari Allah SWT.