Listrik

Produksi Listrik Biomassa PLN Indonesia Power Tekan Emisi Karbon Nasional

Produksi Listrik Biomassa PLN Indonesia Power Tekan Emisi Karbon Nasional
Produksi Listrik Biomassa PLN Indonesia Power Tekan Emisi Karbon Nasional

JAKARTA - Upaya mempercepat transisi energi di sektor ketenagalistrikan terus menjadi fokus berbagai perusahaan energi nasional. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah meningkatkan pemanfaatan sumber energi yang lebih ramah lingkungan. 

Dalam konteks ini, PLN Indonesia Power mencatat capaian signifikan dalam produksi listrik berbasis biomassa yang tidak hanya meningkatkan bauran energi hijau, tetapi juga berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon secara nyata.

Sepanjang tahun 2025, PLN Indonesia Power berhasil memproduksi listrik dari energi bersih berbasis biomassa dengan capaian yang cukup besar. 

Peningkatan produksi ini menunjukkan konsistensi perusahaan dalam mengoptimalkan teknologi pembangkit yang lebih berkelanjutan sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik nasional. 

Selain itu, penerapan strategi pemanfaatan biomassa juga mendorong terciptanya ekonomi sirkular melalui pemanfaatan limbah menjadi sumber energi alternatif.

Keberhasilan tersebut juga tidak terlepas dari implementasi program co-firing biomassa yang diterapkan pada pembangkit listrik tenaga uap yang dikelola perusahaan. Melalui strategi ini, biomassa dimanfaatkan sebagai bahan bakar tambahan untuk menggantikan sebagian penggunaan batu bara sehingga menghasilkan listrik yang lebih ramah lingkungan.

Produksi Energi Bersih Biomassa Terus Meningkat

PLN Indonesia Power (PLN IP) mengahasilkan listrik dari energi bersih berbasis biomassa sebesar 1.101,59 GWh sepanjang tahun 2025, capaian ini meningkat 16 persen dari tahun 2024.

Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, mengatakan, capaian ini mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menghadirkan solusi transisi energi yang terukur dan berkelanjutan. Capaian ini merupakan hasil optimalisasi implementasi program co-firing biomassa pada seluruh pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang dikelola perusahaan.

“Produksi energi bersih berbasis biomassa sebesar 1.101,59 GWh ini merupakan bukti komitmen PLN Indonesia Power dalam mengakselerasi bauran energi hijau, sekaligus memastikan keandalan sistem kelistrikan tetap terjaga," kata Bernadus, Minggu (8/3/2026).

Pemanfaatan Limbah Menjadi Sumber Energi Alternatif

Produksi energi bersih tersebut dihasilkan melalui pemanfaatan 1.140.253 ton biomassa yang bersumber dari berbagai limbah pertanian dan industri, antara lain serbuk kayu ( sawdust ), cangkang sawit, pellet tandan kosong, sekam padi, woodchip , wood pellet , bonggol jagung, limbah racik uang kertas, serta bahan bakar jumputan padat.

Pemanfaatan biomassa ini sekaligus memperkuat implementasi prinsip ekonomi sirkular dengan mengonversi limbah menjadi sumber energi alternatif yang lebih ramah lingkungan. Pendekatan ini memungkinkan limbah yang sebelumnya tidak memiliki nilai ekonomi menjadi sumber energi yang dapat dimanfaatkan secara produktif.

Dengan strategi tersebut, perusahaan tidak hanya meningkatkan efisiensi energi, tetapi juga mendukung pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan. Hal ini menjadi salah satu langkah penting dalam upaya mempercepat transisi menuju sistem energi yang lebih bersih di Indonesia.

Kontribusi Terhadap Penurunan Emisi Karbon

Secara paralel, implementasi co-firing tersebut berkontribusi signifikan terhadap penurunan emisi karbon. Hingga akhir 2025, PLN IP berhasil menekan emisi sebesar 1.259.696 ton CO₂ avoided atau meningkat 16% dari tahun 2024 sebagai bagian dari dukungan terhadap target penurunan emisi nasional dan peningkatan bauran Energi Baru Terbarukan (EBT).

"Implementasi co-firing kami jalankan secara prudent , bertahap, dan berbasis manajemen risiko, sehingga proses dekarbonisasi tidak mengganggu stabilitas pasokan listrik nasional,” ujar Bernadus.

Langkah ini menunjukkan bahwa proses dekarbonisasi di sektor ketenagalistrikan dapat dilakukan secara bertahap tanpa mengorbankan keandalan sistem listrik. Dengan pendekatan yang terencana dan terukur, penggunaan biomassa mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekaligus tetap menjaga stabilitas pasokan energi.

Strategi Penguatan Transisi Energi Berkelanjutan

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa strategi pemanfaatan biomassa tidak hanya berdampak pada aspek lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi melalui penguatan rantai pasok domestik dan pemberdayaan sektor pertanian serta industri pengolahan limbah.

“Ke depan, PLN Indonesia Power akan terus meningkatkan skala dan kualitas implementasi co-firing sebagai bagian dari roadmap transisi energi korporasi. Kami berkomitmen menciptakan nilai berkelanjutan bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan, sejalan dengan target EBT nasional dan aspirasi dekarbonisasi jangka panjang,” tambahnya.

Melalui pencapaian ini, PLN Indonesia Power menegaskan perannya sebagai perusahaan pembangkitan yang adaptif dan berorientasi pada keberlanjutan, dengan mengintegrasikan aspek keandalan operasional dan tanggung jawab lingkungan dalam setiap strategi bisnisnya.

Ke depan, pemanfaatan biomassa diperkirakan akan terus berkembang sebagai salah satu solusi energi transisi yang dapat mendukung peningkatan porsi energi baru terbarukan di Indonesia. Dengan dukungan inovasi teknologi serta kolaborasi berbagai pihak dalam rantai pasok biomassa, potensi pengembangan energi bersih berbasis limbah ini masih sangat besar untuk dimaksimalkan.

Selain membantu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, strategi ini juga membuka peluang ekonomi baru di sektor pertanian, perkebunan, dan industri pengolahan limbah. Hal ini menjadikan biomassa sebagai salah satu komponen penting dalam peta jalan transformasi energi nasional menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan.

PLN Indonesia Power pun berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi dalam pemanfaatan energi bersih, sehingga target transisi energi dapat tercapai tanpa mengorbankan stabilitas pasokan listrik nasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index