KALIMANTAN TIMUR — Keputusan ini diumumkan di tengah transformasi besar kerangka regulasi aset digital oleh Otoritas Keuangan Israel. Sebelumnya, ambisi Bank Leumi untuk masuk ke industri kripto melalui anak usahanya, Pepper Invest, bersama perusahaan infrastruktur Paxos pada Maret 2022, harus berhenti total karena tidak mendapatkan restu dari Bank of Israel. Kini, perubahan aturan yang lebih progresif membuka jalan bagi ekspansi layanan perbankan modern ini.
Fitur Perdagangan dan Infrastruktur Keamanan Dana
Nasabah tidak perlu lagi berpindah platform untuk berinvestasi aset digital. Fitur tersebut akan tertanam langsung di dalam aplikasi investasi digital Bank Leumi, yaitu Pepper dan Leumi Trade. Integrasi ini dirancang untuk memberikan pengalaman transaksi yang mulus bagi nasabah ritel yang selama ini menantikan akses institusional ke pasar kripto.
Untuk menjamin keamanan dana nasabah, Galaxy Digital menyiapkan dua infrastruktur utama sebagai tulang punggung layanan. Meski detail teknis belum diungkap sepenuhnya, langkah ini menunjukkan keseriusan kedua perusahaan dalam memenuhi standar kepatuhan perbankan internasional. Kolaborasi ini menjadi salah satu kasus adopsi kripto terbesar oleh bank sistemik di kawasan Timur Tengah.
Dari Kegagalan 2022 menuju Era Baru Regulasi
Kegagalan proyek pada tahun 2022 menjadi pelajaran berharga bagi Bank Leumi. Saat itu, meski Pepper Invest telah mengumumkan rencana kolaborasi dengan Paxos, otoritas moneter Israel masih bersikap konservatif terhadap aset kripto. Kondisi tersebut berubah drastis setelah regulator melakukan perombakan total terhadap aturan main industri, memberikan kepastian hukum bagi institusi keuangan konvensional untuk berpartisipasi.
Perubahan regulasi ini menjadi katalis utama yang membedakan kondisi sekarang dengan empat tahun lalu. Bank of Israel dinilai telah membangun pagar pengaman yang cukup untuk mencegah risiko pencucian uang dan perlindungan konsumen, sehingga bank-bank besar merasa aman untuk melangkah. Keputusan Bank Leumi ini berpotensi memicu bank-bank lain di kawasan untuk mengikuti jejak serupa.
Dampak bagi Adopsi Kripto Global dan Nasabah
Bagi nasabah Bank Leumi, langkah ini menghilangkan hambatan administratif yang selama ini memaksa mereka menggunakan bursa kripto luar negeri yang tidak diawasi. Dengan layanan dari bank berlisensi, investor ritel mendapatkan lapisan perlindungan tambahan dan kemudahan pelaporan pajak. Adopsi oleh bank sebesar Leumi juga menjadi sinyal legitimasi bagi aset kripto di mata investor institusional global.
Langkah ini sejalan dengan tren global di mana lembaga keuangan tradisional mulai mengakomodasi aset digital sebagai kelas aset yang sah. Meski demikian, nasabah tetap perlu mencermati volatilitas harga aset kripto yang jauh lebih tinggi dibandingkan instrumen investasi konvensional. Investasi pada aset kripto mengandung risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua profil investor.