SAMARINDA — Tekanan inflasi di Ibu Kota Kalimantan Timur kian nyata. Setelah Indeks Harga Konsumen (IHK) menyentuh 3,77 persen, angka yang berada di atas target nasional sebesar 3,5 persen, Pemkot Samarinda kini bersiap menghadapi potensi kenaikan lebih lanjut yang bisa menembus level 4 persen.
Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Nadya Turisna, menyebut kondisi ini menjadi alarm bagi seluruh perangkat daerah. Dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Balai Kota Samarinda, Senin, ia menegaskan perlunya pengendalian harga sejak dini.
"Informasi dari para camat sangat diperlukan untuk memperkuat basis data dari lapangan, terutama terkait perkembangan harga komoditas di masing-masing wilayah. Dengan begitu, setiap perubahan harga dapat diketahui lebih cepat dan segera ditindak lanjuti," kata Nadya.
Lima Komoditas Mulai Tekan Harga di Pasar
Berdasarkan pemantauan Sistem Peringatan Dini atau Early Warning System (EWS), sejumlah komoditas utama menunjukkan pergerakan harga yang signifikan. Cabai biasa menjadi penyumbang terbesar dengan lonjakan 10,32 persen, dari Rp53.300 menjadi Rp58.800 per kilogram.
Komoditas lain yang turut menekan adalah cabai keriting yang naik 3,29 persen, cabai merah besar naik 2,62 persen, dan daging ayam broiler yang bergerak naik 1,42 persen. Jagung dan ikan juga mulai menunjukkan tekanan harga di tingkat pasar.
Meski harga di tingkat distributor masih relatif stabil, Nadya menegaskan fokus pemerintah saat ini adalah memastikan pasokan tetap tersedia dan rantai distribusi berjalan lancar hingga ke tangan konsumen.
Rapat Evaluasi Rutin dan Peran Camat
Pemkot Samarinda tidak hanya mengandalkan rapat koordinasi mingguan. Nadya menyebut pertemuan evaluasi akan kembali digelar secara berkala setiap kali Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data IHK atau Consumer Price Index (CPI) terbaru.
"Kami undang para camat untuk mengevaluasi posisi inflasi sekaligus menentukan langkah intervensi dan upaya yang perlu dilakukan untuk mengendalikan harga," ujarnya.
Langkah ini diambil agar setiap perubahan harga di pasar tradisional dapat langsung dipetakan dan ditindaklanjuti dengan kebijakan yang tepat sasaran, bukan hanya menunggu laporan dari dinas terkait.
Stok Pangan dan Energi Dipastikan Aman
Dari sisi ketahanan pangan, Perum Bulog Samarinda memastikan penyaluran bantuan pangan ke sejumlah kecamatan akan segera direalisasikan sesuai jadwal. Langkah ini ditujukan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga.
Sementara itu, Pertamina Patra Niaga menjamin stok Bahan Bakar Minyak (BBM) dan kuota LPG di wilayah Samarinda dalam kondisi aman. Ketersediaan energi yang stabil menjadi salah satu kunci untuk meredam kenaikan biaya distribusi barang.