Jimny Versi Bensin Dipertahankan Suzuki, Elektrifikasi Dianggap Terlalu Berisiko

Jimny Versi Bensin Dipertahankan Suzuki, Elektrifikasi Dianggap Terlalu Berisiko
Suzuki mempertahankan mesin bensin pada Jimny karena menilai elektrifikasi berisiko mengubah karakter kendaraan.

BERITASELA.ID — Pernyataan tersebut disampaikan oleh General Manager Otomotif Suzuki Australia, Michael Pachota, seperti dikutip laporan Drive Australia pada Kamis, 27 Agustus 2026. Pachota mengonfirmasi bahwa pendirian perusahaan belum berubah sejak pandangan serupa dilontarkan Presiden Suzuki Motor Corporation, Toshihiro Suzuki, dua tahun sebelumnya.

Keputusan ini menegaskan posisi Jimny di tengah tren elektrifikasi yang kian masif. Suzuki tampak lebih memilih mempertahankan identitas khas kendaraan off-road ringkas tersebut ketimbang memaksakan teknologi baterai yang dinilai berisiko mengubah esensi produk.

Kekhawatiran yang Sama Sejak 2024

Sikap Suzuki sebenarnya bukan hal baru. Pada 2024, Toshihiro Suzuki sempat ditanya langsung mengenai kemungkinan memproduksi Jimny versi listrik. Saat itu, ia secara blak-blakan menyatakan bahwa mengubah Jimny menjadi EV berpotensi merusak bagian terbaik dari mobil ini.

"Jika Jimny dibuat menjadi EV, kemungkinan akan merusak bagian terbaik dari Jimny," ujar Toshihiro Suzuki kala itu. Kini, dua tahun berselang, pandangan tersebut dipegang teguh oleh jajaran manajemen, termasuk di tingkat regional seperti Australia.

Karakter Khas Lebih Penting dari Emisi

Menurut Pachota, pernyataan yang dibuat sebelumnya masih berlaku hingga saat ini. Ia meyakini sentimen yang sama masih dipegang oleh seluruh lini Suzuki. Sikap ini diambil meskipun regulasi emisi di sejumlah pasar utama semakin ketat.

Penegasan ini menjadi sinyal kuat bahwa Suzuki belum tertarik menghadirkan Jimny listrik dalam waktu dekat. Fokus perusahaan tampaknya tetap pada mempertahankan keunggulan fungsional Jimny, terutama kemampuan melibas medan berat dengan bobot ringan dan dimensi kompak.

Keputusan ini juga menjadi pembeda menarik di industri, di mana banyak pabrikan lain justru berlomba menghadirkan versi elektrifikasi untuk model ikonik mereka. Suzuki memilih jalan berbeda dengan tetap mengandalkan mesin bensin sebagai jantung pacu Jimny.

Bagi penggemar off-road, kabar ini tentu menjadi angin segar. Jimny dengan mesin konvensional dinilai tetap menawarkan pengalaman berkendara yang murni dan andal di berbagai kondisi medan, tanpa kompromi yang mungkin timbul akibat penambahan komponen baterai dan motor listrik.

Hingga saat ini, belum ada indikasi perubahan arah dari Suzuki. Pernyataan terbaru dari perwakilan Australia tersebut memperkuat posisi bahwa masa depan Jimny, setidaknya untuk generasi saat ini, akan tetap setia pada mesin pembakaran internal.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index