BYD Atto 1 2026 Dibanderol Rp199 Juta, Perakitannya Kini Lokal di Subang

BYD Atto 1 2026 Dibanderol Rp199 Juta, Perakitannya Kini Lokal di Subang
BYD Atto 1 varian Standard resmi dibanderol Rp199 juta dengan produksi lokal di Subang.

BERITASELA.ID — Produksi lokal Atto 1 di pabrik BYD Subang menjadi faktor kunci di balik banderol Rp199 juta untuk varian Standard. Skema perakitan Completely Knocked Down (CKD) ini membuat BYD bisa menekan harga jual di tengah persaingan LCGC listrik yang makin ketat. KabarOto memantau daftar harga resmi BYD Indonesia untuk wilayah Jakarta per September 2026, dan posisi Atto 1 kini paling terjangkau di jajaran mobil listrik BYD.

Tiga Varian dengan Jarak Tempuh Berbeda

Atto 1 hadir dalam tiga level: Standard, Dynamic, dan Premium. Perbedaan paling mencolok ada di kapasitas baterai dan fitur keselamatan. Varian Standard dan Dynamic memakai baterai 30,08 kWh dengan klaim jarak tempuh 300 km dalam metode NEDC, sementara Premium mendapat baterai 38,88 kWh yang diklaim mampu menempuh 380 km.

  • Atto 1 Standard — Rp199 juta: baterai 30,08 kWh, jarak tempuh 300 km NEDC, perlengkapan paling sederhana.
  • Atto 1 Dynamic: baterai sama 30,08 kWh, tetapi dilengkapi pelek alloy 16 inci, lampu LED, TPMS, sensor parkir belakang, dan empat airbag.
  • Atto 1 Premium: baterai 38,88 kWh, jarak tempuh 380 km NEDC, layar 12,8 inci, kamera 360 derajat, enam airbag, jok pengemudi elektrik, wireless charging.

Motor Listrik 74 dk yang Andalkan Torsi Instan

Semua varian Atto 1 ditenagai motor listrik permanent magnet synchronous motor (PMSM) di bagian depan dengan penggerak roda depan. Tenaganya 55 kW atau sekitar 74 dk dengan torsi 135 Nm. Akselerasi 0-50 km/jam dicapai dalam 4,9 detik, dan kecepatan puncak 130 km/jam.

Angka itu memang tidak dirancang untuk kecepatan tinggi. Di jalanan perkotaan, torsi instan khas motor listrik membuat Atto 1 terasa lincah saat stop-and-go. Dimensinya kompak—panjang 3.925 mm, lebar 1.720 mm, tinggi 1.590 mm, dan ground clearance 155 mm—cocok untuk bermanuver di jalan sempit atau parkir di lahan terbatas.

Blade Battery dan V2L untuk Kebutuhan Harian

BYD menyematkan Blade Battery berbasis lithium iron phosphate (LFP) yang dikenal lebih tahan lama dan stabil secara termal. Untuk pengisian AC, seluruh varian mendukung input hingga 6,6 kW. Perbedaan muncul pada pengisian cepat DC: Standard dan Dynamic menerima daya hingga 30 kW, sedangkan Premium naik ke 40 kW.

Fitur Vehicle-to-Load (V2L) tersedia di semua varian dengan output 2,2 kW. Ini memungkinkan baterai mobil dipakai menyalakan perangkat eksternal, seperti kompor listrik saat berkemah atau peralatan kerja di lokasi tanpa listrik. Bagi konsumen perkotaan yang kerap berpindah tempat, fitur ini menambah nilai guna Atto 1 sebagai sumber daya darurat.

Menghadapi Persaingan Harga di Bawah Rp200 Juta

Dengan harga mulai Rp199 juta, Atto 1 Standard menjadi salah satu dari sedikit mobil listrik yang menembus psikologis harga Rp200 juta. Posisi ini jelas menyasar pembeli yang ingin beralih ke kendaraan listrik tanpa harus mengeluarkan kocek besar. Namun, calon pembeli perlu mempertimbangkan trade-off: varian termurah punya perlengkapan paling minim, tanpa fitur keselamatan aktif yang lengkap.

Bagi yang butuh lebih, Atto 1 Dynamic menawarkan keseimbangan antara harga dan fitur dengan tambahan airbag serta sensor parkir. Sementara varian Premium memang diarahkan untuk mereka yang menginginkan kelengkapan maksimal, termasuk jarak tempuh lebih jauh yang relevan untuk pemakaian harian atau perjalanan antar kota.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index